Berkebun.ID

Cara Budidaya Ubi Jalar dengan Mudah

Ubi jalar, siapa yang tidak menyukainya? Ubi jalar dapat diolah menjadi aneka makanan tradisional yang menggugah selera. Seperti halnya kolak ubi, timus, keripik, serta gethuk. Bahkan ubi jalar kini banyak diinovasi menjadi makanan kekinian, seperti brownis, pancake, muffin, dan biji salak. Nah, ubi pun sangat populer dibudidayakan di Indonesia dengan iklim tropis yang lembab dan panas. Varietas ubi yang banyak ditanam ialah ubi cilembu, ibaraki, lampeneng, Borobudur, mendut, dan Georgia. Bagaimana? Ingin menanam ubi sendiri? Yuk ikuti cara budidaya ubi jalar dengan mudah berikut ini.

cara budidaya ubi jalar dengan mudah
cara budidaya ubi jalar dengan mudah

Menyiapkan Bibit Ubi Jalar

Ada 2 cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara generative dan vegetative. Cara generative yaitu memperbanyak tanaman melalui umbi yang sehat, kemudian letakkan di tempat yang teduh dan lembab hingga keluar tunasnya, lalu potong. Tunas-tunas inilah yang nanti siap dibesarkan. Cara ini digunakan untuk memperbanyak bibit unggul dengan skala terbatas.

Sementara itu untuk cara vegetative dilakukan dengan cara penyetekan tanaman. Indukan tanaman diambil dari ubi yang berumur di atas 2 bulan. Potong batang tanaman sepanjang 20 cm dengan ruas minimal 2 ruas batang. Pangkas sebagian daun-daunnya, sisakan sedikit saja. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penguapan. Lalu ikat batang tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh.

Pengolahan Tanah atau Lahan Tanam

Ubi jalar cocok dibudidayakan pada tanah lempung berpasir, gembur, dan mengandung unsur hara dengan drainase yang baik. Ubi jalar akan tumbuh dengan baik pada lahan bekas sawah atau teglan dengan derajat keasamaan tanah ideal sekitar 5,5 hingga 7,5 pH. Sebelum ubi ditanam, lahan sebaiknya dibajak atau dicangkul terlebih dahulu agar tanah gembur. Buatlah bendengan setinggi 30-40 cm dengan lebar 60-100 cm. Atur jarak antar bedengan sekitar 50 cm. Setiap bedengan terdiri dari 2 baris tanaman.

Penanaman

Penanaman ubi jalardilakukan dengan cara membenamkan 2/3stek batang ke dalam tanah. Jarak antar tanaman dalam satu baris sekitar 30 cm. Jagalah kelembabab tanah di awal pertumbuhan tanaman. Siramlah 2 kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Selanjutnya penyiraman dapat dikurangi saat ubi mulai tumbuh dengan ditandai munculnya daun baru.

Pemeliharaan Tanaman

Meskipun telah tumbuh baik, pemeliharaan tanaman tetap harus dilakukan. Periksa keseluruhan tanaman setelah 2-3 minggu penanaman. Segera sulam tanaman yang gagal dengan tanaman yang baru. Setelah berumur 4 minggu, bongkar tanah ke kanan dan kiri dengan dicangkul untuk memberikan ruang bagi akar untuk menjalar. Tutup kembali tanah bongkaran setelah berumur 7 minggu.

Pemanenan

Proses pemanenan ubi jalar dapat dilakukan setelah berumur 3,5 hingga 4 bulan. Perhatikan cuaca sebelum pemanenan.  Jika ubi terguyur hujan, segera lakukan pemanenen seminggu setelah hujan karena ubi ajan cepat membusuk. Pada umumnya, ubi jalar akan menghasilkan 25 ton per hektar dalam kondisi baik. Cuci ubi jalar dan lakukan penyotiran kemudian masukkan dalam karung dan simpan di karung sebelum dijual.

Itulah cara budidaya ubi jalar dengan mudah yang bisa dipraktekkan oleh pemula sekalipun. Semoga bermanfaat dan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *